Paus Fransiskus mengajak dunia untuk melakukan penyelidikan terkait dugaan genosida yang mungkin terjadi di Jalur Gaza akibat agresi Israel. Pernyataan ini disampaikan oleh media Vatikan pada hari Minggu dan menjadi sorotan menjelang peluncuran buku terbarunya yang berjudul Hope Never Disappoints: Pilgrims Towards a Better World, yang akan dirilis pada hari Selasa.
Dalam pernyataannya, Paus Fransiskus merenungkan kondisi sulit yang dialami oleh warga Palestina di Gaza. Dia mengatakan, "Saya juga merenungkan mereka-mereka yang harus meninggalkan Gaza di tengah kelaparan yang menyerang saudara-saudara Palestina mereka akibat kesulitan mengirim makanan dan bantuan ke dalam wilayah mereka." Pernyataan ini menunjukkan keprihatinan mendalamnya terhadap situasi kemanusiaan yang memburuk di kawasan tersebut.
Situasi di Jalur Gaza semakin sulit karena adanya blokade Israel yang menghambat masuknya bantuan kemanusiaan. Lebih dari dua juta orang tinggal di sana dan sangat membutuhkan dukungan. Blokade ini mengakibatkan banyak orang tidak mendapatkan akses ke makanan yang cukup dan kebutuhan dasar lainnya.
Paus Fransiskus berharap bahwa dengan adanya penyelidikan, dunia dapat mengetahui kebenaran di balik situasi yang terjadi di Gaza. Dia juga menekankan pentingnya solidaritas dan bantuan terhadap mereka yang menderita akibat konflik ini.
Sementara itu, banyak organisasi internasional juga mengungkapkan keprihatinan yang sama dan mendesak agar akses bantuan kemanusiaan ditingkatkan agar bisa menjangkau rakyat Palestina yang membutuhkan.
Paus Fransiskus Gaza genosida blokade Israel