Di kota Poltava, Ukraina, serangan rudal yang diluncurkan oleh Rusia telah menyebabkan 47 orang tewas dan lebih dari 200 orang terluka. Serangan tersebut terjadi pada pagi hari ketika sirene peringatan udara berbunyi, yang membuat warga bergegas mencari tempat berlindung.
Kota yang terletak di bagian timur Ukraina ini telah dihantam oleh dua rudal balistik Rusia. Menurut laporan awal, rudal tersebut mengenai "wilayah sebuah lembaga pendidikan dan rumah sakit terdekat," seperti yang disampaikan oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.
Ukraina juga mengungkapkan bahwa banyak orang telah menjadi korban saat mereka menuju tempat berlindung dari serangan udara. Kementerian Pertahanan Ukraina menyebutkan bahwa kondisi ini sangat mengkhawatirkan, mengingat serangan terjadi secara tiba-tiba setelah peringatan dibunyikan.
Beberapa sumber dari Rusia yang belum terkonfirmasi mengklaim bahwa serangan tersebut menargetkan pusat pelatihan militer. Namun, informasi ini belum dapat diverifikasi secara independen.
Serangan ini merupakan bagian dari eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung sejak tahun 2014, ketika Rusia menganneksasi Crimea, sebuah bagian dari wilayah Ukraina. Konflik ini telah menimbulkan banyak korban jiwa dan pengungsi di kedua belah pihak.
Rudal Rusia Poltava Ukraina serangan militer