Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Menghormati Baltazar Ushca, Pemotong Es Terakhir di Gunung Chimborazo

Baltazar Ushca, seorang pemotong es legendaris dari Gunung Chimborazo di Ecuador, telah meninggal dunia. Ushca adalah orang terakhir yang masih memotong es di gunung tertinggi di negara tersebut.

Untuk mendapatkan es berkualitas tinggi, Baltazar harus melewati perjalanan yang sulit. Ia harus bersepeda, berjalan, dan mendaki sejauh 16 mil yang penuh dengan batu dan tanjakan yang curam. Setelah itu, ia harus membersihkan lapisan tanah, batu, dan abu yang tebalnya sekitar setengah meter sebelum akhirnya dapat memotong es dari gunung.

Cuaca di Gunung Chimborazo selalu dingin. Meskipun Baltazar hanya mengenakan ponco merah, sweater ringan, celana biasa, topi hitam, dan sepatu karet, ia tidak merasa kedinginan karena pekerjaannya yang membuatnya tetap hangat.

Es yang dihasilkan Baltazar sangat istimewa. Es buatan pabrik yang umum digunakan saat ini berwarna kusam dan abu-abu, sedangkan es segar dari gunung itu berkilau dan dipenuhi gelembung udara yang membuatnya terlihat lebih menarik. Es ini tidak hanya segar tetapi juga manis dan lezat.

Walaupun Baltazar merasa bangga dengan pekerjaannya, ia juga sadar bahwa ia adalah pemotong es terakhir di daerah tersebut. Dengan kepergiannya, sebuah era telah berakhir.

Ushca akan dikenang sebagai sosok yang membawa senyum melalui pekerjaannya, yang memberikan keistimewaan pada es segar yang dihasilkannya. Masyarakat mengenang dedikasinya dalam melestarikan tradisi memotong es dari gunung.

Foto: Getty Images

library_books Theeconomist