Jakarta - Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin memberikan perhatian serius terhadap pengelolaan ibadah haji dan umrah. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa selama ini, dana yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan ibadah tersebut berasal dari Indonesia, tetapi manfaatnya cenderung dirasakan hanya oleh pihak Saudi Arabia.
Ma’ruf Amin mengatakan, "Kita membawa uang banyak ke Saudi, namun dampaknya tidak berbalik kepada kita. Efek berganda dari penyelenggaraan ibadah ini hanya dinikmati oleh pemerintah dan masyarakat Saudi." Pernyataan ini menunjukkan keprihatinan yang mendalam terhadap arus keluar uang yang tidak memberikan kontribusi signifikan untuk Indonesia.
Ibadah haji dan umrah adalah dua jenis ibadah yang sangat penting bagi umat Muslim. Haji merupakan rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang mampu, sedangkan umrah adalah ibadah sunnah yang dapat dilakukan kapan saja. Keduanya melibatkan perjalanan ke Tanah Suci di Makkah, Arab Saudi, yang memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Wakil Presiden mengevaluasi bahwa kini saatnya pemerintah Arab Saudi untuk merevisi kebijakan mereka. “Saya berharap ada kebijakan yang memberikan manfaat tidak hanya untuk pihak Saudi, tetapi juga untuk negara-negara lain seperti Indonesia,” tambahnya.
Keterlibatan pemerintah Indonesian dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah diharapkan dapat meningkat, agar dana yang dikeluarkan dapat memberikan kembali manfaat bagi masyarakat Indonesia. Ini penting tidak hanya untuk ekonomi, tetapi juga untuk memperkuat hubungan diplomatik antara kedua negara.
Ibada Haji Ma’ruf Amin Manfaat Umrah Indonesia Saudi Arabia