Kantor keluarga, atau yang dikenal sebagai family office, semakin populer di kalangan orang kaya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor penting yang membuat banyak orang beralih ke cara ini untuk mengelola kekayaan mereka.
Pertama, jumlah orang kaya di dunia terus meningkat. Banyak orang yang berasal dari generasi Baby Boomer dan sebelumnya khawatir tentang cara mewariskan kekayaan yang telah mereka kumpulkan, yang totalnya mencapai sekitar $84 triliun. Mereka tidak hanya ingin memastikan bahwa kekayaan ini diwariskan dengan baik, tetapi juga ingin melibatkan generasi muda dalam kegiatan amal dan filantropi.
Kedua, penyedia kantor keluarga kini memiliki akses terhadap teknologi terbaru. Teknologi ini memungkinkan mereka untuk lebih baik dalam memantau kinerja investasi dan membagikan data keuangan kepada klien. Dengan adanya teknologi ini, mereka dapat memperluas layanan mereka dengan lebih mudah dan efisien.
Ketiga, ada insentif pajak yang menarik. Perubahan undang-undang pajak pada tahun 2017 dan putusan pengadilan pajak yang melibatkan keluarga Lender, yang terkenal dengan produk bagelnya, memberikan dampak besar. Kini, pengeluaran investasi yang tidak lagi dapat dikurangkan pada pengembalian pajak individu dapat sering kali dikurangkan di tingkat kantor keluarga. Ini berarti bahwa orang-orang kaya dapat menghemat lebih banyak uang melalui pengelolaan kekayaan mereka di kantor keluarga.
Dengan semua alasan ini, semakin banyak orang kaya yang memilih untuk menggunakan kantor keluarga sebagai cara untuk mengelola dan mendistribusikan kekayaan mereka. Ini adalah langkah yang tidak hanya membantu mereka dalam hal keuangan, tetapi juga dalam memberikan dampak positif kepada masyarakat melalui kegiatan amal.
kantor keluarga kekayaan amal teknologi pajak