Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser, mendorong agar larangan penggunaan pisau di pasar Natal diperketat dan diawasi dengan ketat. Dalam pernyataannya di harian Bild am Sonntag, Faeser meminta kepada pemerintah negara bagian untuk melaksanakan kontrol yang lebih ketat sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat.
Larangan ini merupakan bagian dari paket keamanan baru yang telah disetujui, yang melarang pengunjung membawa pisau ke pasar Natal. Faeser mengatakan, "Dengan adanya larangan ini, diharapkan akan ada lebih banyak keamanan bagi semua pengunjung." Dia juga menekankan bahwa kepolisian akan hadir di banyak tempat untuk menjaga keamanan. "Terima kasih yang besar kepada petugas kepolisian yang bertugas di lapangan," tambahnya.
Paket keamanan ini disahkan oleh Bundestag pada bulan Oktober lalu. Selain larangan pisau di pasar Natal, paket ini juga mencakup larangan membawa pisau di acara-acara besar lainnya seperti festival rakyat, acara olahraga, pameran, dan pasar. Dalam aturan baru ini, hanya pisau dengan panjang bilah maksimum enam sentimeter yang diperbolehkan dibawa di tempat umum. Namun, ada pengecualian untuk pisau dapur yang baru dibeli dan masih dalam kemasan asli.
Menurut statistik kepolisian, tahun lalu tercatat 8.951 kasus kekerasan berat dan berbahaya yang melibatkan penggunaan pisau, di mana banyak korban mengalami luka atau bahkan terancam. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 5,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, kepolisian federal juga melaporkan adanya peningkatan yang signifikan dalam serangan dengan pisau di sekitar beberapa stasiun kereta api di Jerman.
Dengan langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan rasa aman bagi masyarakat, terutama saat merayakan musim liburan di pasar Natal.
Menteri Dalam Negeri larangan pisau pasar Natal keamanan