Di dunia kerja saat ini, lulusan dari universitas terkenal seperti Harvard, Yale, atau Princeton mungkin tidak lagi menjadi jaminan untuk mendapatkan pekerjaan. Charlie Gipple, CEO dari CG Financial Group yang berlokasi di Johnston, Iowa, menyatakan bahwa ia tidak lagi terkesan dengan gelar akademis seperti yang pernah ia lakukan.
Menurut Gipple, pengalaman kerjanya di perusahaan besar seperti MetLife dan ING Groep telah memberinya pandangan baru. Ia mengatakan bahwa banyak lulusan dari universitas teratas sering kali mengatasi tantangan klien dengan cara yang terlalu teoritis, seperti dalam studi kasus di buku, bukan dalam konteks masalah nyata yang dihadapi orang-orang di lapangan.
Sebagai contoh, gelar dari universitas bergengsi yang dulunya menjadi tiket emas untuk masuk ke dunia pekerjaan kini bisa justru menimbulkan pertanyaan tentang nilai gelar tersebut. Dalam kasus yang lebih ekstrem, ada 13 hakim federal yang menandatangani surat yang menyatakan bahwa mereka tidak akan merekrut asisten hukum dari Columbia Law School setelah melihat bagaimana sekolah tersebut menangani protes di kampus.
Columbia Law School sendiri menyatakan bahwa lulusannya tetap dicari oleh banyak pemberi kerja di sektor swasta dan publik, termasuk di kalangan peradilan. Namun, lulusan dari universitas elite seperti Stanford, Duke, dan University of Chicago sering kali menerima komentar sinis terkait reputasi sekolah mereka yang dianggap terlalu elit atau "woke".
Bryan Mark Rigg, presiden Rigg Wealth Management di Dallas, merasakan pergeseran dalam cara orang melihat gelar Ivy League-nya. Dulu, gelar tersebut dihormati oleh klien dan rekan-rekannya, namun kini ia mendapatkan tanggapan yang beragam ketika orang mengetahui dari mana ia lulus. Rigg mengungkapkan, "Beberapa orang bertanya, 'Apakah Anda akan mengirim anak Anda ke Ivy? Mereka sudah kehilangan arah,'" dan ia merasa setuju dengan pendapat tersebut.
Perubahan ini mencerminkan tren yang lebih luas di dunia pendidikan dan pekerjaan, di mana keanekaragaman, kesetaraan, dan inklusi menjadi topik yang semakin penting. Meskipun demikian, tantangan bagi lulusan dari universitas elit untuk membuktikan nilai mereka di pasar kerja tetap ada, dan hal ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi calon pencari kerja di masa depan.
CG Financial lulusan universitas pekerjaan Ivy League keadilan