Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Protes di Abchasien: Pengunjuk Rasa Duduki Parlemen

Di wilayah Abchasien yang dikuasai Rusia, ribuan pengunjuk rasa telah menduduki gedung parlemen di ibu kota, Suchumi. Aksi ini dipicu oleh rencana ratifikasi kesepakatan investasi antara Abchasien dan Rusia yang menuai kritik dari pihak oposisi. Para demonstran mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Aslan Bschania.

Presiden Bschania, yang sebelumnya merupakan seorang perwira di KGB, dinilai oleh pengunjuk rasa telah menjual tanah mereka kepada kepentingan Rusia. Oposisi khawatir bahwa kesepakatan ini akan membuka pintu bagi oligarki Rusia untuk membeli tanah di daerah wisata yang penting di Abchasien. Mereka takut, jika hal ini terjadi, banyak pemilik tanah akan kehilangan hak mereka dan biaya hidup akan meningkat.

Akibat protes yang berlangsung, sesi parlemen yang dijadwalkan terpaksa dibatalkan lebih awal. Pengunjuk rasa bersikeras untuk tidak meninggalkan gedung parlemen sampai kesepakatan investasi tersebut dibatalkan. Mereka merasa langkah ini akan melindungi hak-hak mereka sebagai warga Abchasien.

Abchasien adalah wilayah yang terletak di kawasan Laut Hitam dan diakui secara internasional sebagai bagian dari Georgia. Namun, setelah konflik pada tahun 1992-1993, wilayah ini mendeklarasikan kemerdekaannya dan sejak itu berada di bawah kendali Rusia serta tidak diakui oleh banyak negara lain.

Keadaan di Abchasien menunjukkan ketegangan antara kepentingan lokal dan pengaruh kekuatan besar seperti Rusia. Dengan situasi yang terus berkembang, banyak yang berharap agar dialog dapat terjalin untuk menyelesaikan ketegangan ini tanpa menimbulkan kerusuhan lebih lanjut di wilayah tersebut.

library_books Tagesschau