Angkatan Laut Amerika Serikat sedang melakukan ujicoba untuk memberikan akses internet berkecepatan tinggi kepada para pelaut yang bertugas di laut. Uji coba ini menggunakan konstelasi satelit Starlink yang dimiliki oleh Elon Musk melalui perusahaan SpaceX.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih besar yang dikenal dengan nama Sailor Edge Afloat and Ashore (SEA2). Inisiatif ini bertujuan untuk menyediakan koneksi internet yang andal dan terus-menerus kepada kapal perang di permukaan laut. Dengan adanya sistem ini, Angkatan Laut berharap dapat meningkatkan komunikasi dan akses informasi penting bagi para anggotanya di tengah samudera.
Dalam sebuah pengumuman yang sudah dihapus oleh Komando Sistem Perang Informasi Angkatan Laut (NAVWAR), dijelaskan bahwa mereka sedang bereksperimen dengan penggunaan terminal Starlink yang dipasang di kapal induk USS Abraham Lincoln. Namun, NAVWAR menyatakan bahwa mereka menghapus rilis pers tersebut untuk "mengatasi ketidakakuratan dan memastikan informasi yang disampaikan benar," ujar Elisha Gamboa, juru bicara komando tersebut.
Dengan adanya teknologi internet satelit ini, Angkatan Laut berharap dapat memperluas aplikasi komunikasi di seluruh armada mereka. Koneksi internet yang stabil sangat penting bagi operasi harian serta keamanan para pelaut saat bertugas di laut.
Angkatan Laut Starlink internet cepat