Kelompok militan Hisbollah asal Lebanon mengklaim telah melakukan serangan balasan terhadap Israel. Serangan ini merupakan respons terhadap pembunuhan Fuad Schukr, seorang pemimpin tinggi Hisbollah, yang terjadi di ibukota Lebanon, Beirut.
Menurut laporan dari media Israel, sekitar 200 roket diluncurkan dari Libanon ke utara Israel antara pukul 5:30 hingga 6:15 pagi. Hisbollah menyatakan bahwa mereka menggunakan lebih dari 320 roket tipe Katjusha, yang ditujukan pada berbagai lokasi, termasuk pangkalan militer Israel.
Hisbollah juga mengonfirmasi bahwa mereka telah menyelesaikan "fase pertama" dari serangan ini. Namun, mereka menambahkan bahwa balasan penuh terhadap Israel akan memerlukan waktu lebih lama untuk dilaksanakan.
Sementara itu, militer Israel melaporkan bahwa mereka telah menyerang puluhan posisi Hisbollah di selatan Lebanon. Sumber keamanan Lebanon mengungkapkan bahwa Israel telah menyerang setidaknya 40 target di wilayah tersebut, termasuk fasilitas listrik dan air. Setelah lebih dari satu jam serangan udara, situasi tampak mulai tenang. Namun, informasi mengenai jumlah korban belum diketahui saat ini.
Menanggapi ketegangan yang meningkat, Kementerian Pertahanan Israel menyatakan keadaan darurat di seluruh negara. Keadaan darurat ini berlaku sejak pukul 6:00 waktu setempat dan akan berlangsung selama 48 jam ke depan, seperti yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant.
Konflik ini adalah bagian dari ketegangan yang sudah lama terjadi di wilayah Timur Tengah, yang sering kali dipicu oleh berbagai insiden antara Israel dan kelompok-kelompok bersenjata di Lebanon. Ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran akan terjadinya pertempuran yang lebih luas di kawasan tersebut.
Hisbollah serangan Israel konflik Libanon