Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

UFO Benar Ada, Mantan Pejabat AS Minta Keterbukaan

Pada hari Rabu, mantan pejabat pemerintah dan militer Amerika Serikat menyatakan bahwa UFO benar-benar ada dan masyarakat berhak mengetahui kebenarannya. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah sidang kongres yang dihadiri oleh dua subkomite Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat.

Retired U.S. Navy Rear Adm. Tim Gallaudet, yang juga hadir dalam sidang tersebut, mengungkapkan pengalamannya melihat video objek terbang yang tidak bisa dijelaskan saat latihan angkatan laut hampir sepuluh tahun lalu. Gallaudet menekankan pentingnya untuk tidak mengabaikan fenomena ini, tetapi menghadapi kenyataan baru ini dengan berani. "Kita harus tidak menutup mata dan belajar dari kenyataan ini," ujarnya.

Sidang ini merupakan bagian dari upaya kongres untuk mendorong keterbukaan mengenai UFO, yang telah lama menjadi perhatian publik. Beberapa saksi yang dihadirkan dalam sidang tersebut mengklaim telah melihat fenomena udara yang menunjukkan sifat-sifat yang sulit untuk dijelaskan. Mereka juga menyatakan bahwa pemerintah AS telah mengambil langkah-langkah untuk menyembunyikan informasi mengenai apa yang mereka ketahui tentang UFO.

Luis Elizondo, seorang mantan pejabat Departemen Pertahanan, memberikan kesaksian bahwa AS dan beberapa negara musuhnya memiliki teknologi UAP (unidentified anomalous phenomena) dan menyimpannya secara rahasia. "Ini untuk menyembunyikan fakta bahwa kita tidak sendirian di alam semesta," kata Elizondo.

Fenomena UFO telah menjadi topik yang menarik perhatian banyak orang di seluruh dunia. Dengan pernyataan-pernyataan ini, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai keberadaan objek-objek misterius yang sering terlihat di langit.

library_books Applenews