Jerman mengalami lonjakan kasus campak yang signifikan tahun ini. Hingga hari Rabu, jumlah kasus campak yang dilaporkan kepada Robert Koch-Institut (RKI) mencapai 618. Angka ini sangat tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu, di mana hanya ada 79 kasus yang tercatat, dan pada tahun 2022 hanya ada 15 kasus.
Meskipun jumlah kasus tahun ini meningkat, Jerman pernah menghadapi jumlah kasus yang jauh lebih tinggi di tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2015, misalnya, terdapat sekitar 2.470 kasus campak yang dilaporkan, dan pada tahun 2013 jumlahnya mencapai sekitar 1.770.
Reinhard Berner, seorang dokter anak dan ketua Ständige Impfkommission, menjelaskan bahwa banyak kasus campak di Jerman disebabkan oleh orang-orang yang membawa virus ini dari negara lain. "Kami melihat, bahwa banyak kasus dibawa ke Jerman," kata Berner dalam sebuah wawancara dengan tagesschau24. Ia menambahkan bahwa kasus-kasus ini dapat memicu rantai infeksi di antara orang-orang yang belum divaksinasi.
Penting untuk diketahui, campak tidak hanya dapat menyerang anak-anak. Menurut data dari RKI, semakin banyak remaja dan orang dewasa berusia di atas 15 tahun yang terinfeksi. RKI memperkirakan bahwa banyak remaja dan orang dewasa muda memiliki kekebalan yang tidak cukup untuk melawan campak.
Dengan meningkatnya jumlah kasus ini, pihak berwenang mendorong pentingnya vaksinasi untuk mencegah penyebaran virus. Vaksinasi campak tidak hanya melindungi individu yang divaksinasi tetapi juga membantu melindungi orang lain di sekitarnya.
campak Jerman kesehatan vaksin RKI anak-anak