Presiden terpilih, Donald Trump, menarik Amerika Serikat keluar dari Perjanjian Iklim Paris pada tahun 2017. Tindakan ini memperlambat upaya global untuk melawan krisis iklim yang selama ini dianggapnya sebagai tipuan. Trump sering kali berjanji untuk "mengebor, bayi mengebor" ketika ia kembali menjabat, dengan klaim bahwa peningkatan produksi minyak dan gas yang memicu pemanasan global dapat mengatasi masalah inflasi yang terus berlanjut.
Namun, industri energi bersih tidak boleh diabaikan. Tom Steyer, seorang investor miliarder, tetap yakin bahwa sektor energi terbarukan dan teknologi bersih akan baik-baik saja, terlepas dari fokus Trump pada hidrokarbon.
Steyer berencana untuk terus menggunakan dana sebesar $1 miliar yang telah dikumpulkan oleh perusahaannya, Galvanize Climate Solutions, serta investasi di masa depan untuk mendukung perusahaan-perusahaan yang memiliki keunggulan di bidang-bidang seperti:
- Semenn rendah karbon yang kompetitif dari segi biaya.
- Teknologi pertanian yang membantu petani meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan.
- Perangkat lunak manajemen energi.
- Energi geotermal yang murah dan berkelanjutan dari perusahaan seperti Fervo Energy.
Steyer percaya bahwa meskipun ada tantangan dari kebijakan yang mungkin diterapkan oleh Trump, energi bersih akan tetap memiliki masa depan yang cerah. Dengan dukungan investasi yang kuat, sektor ini diharapkan dapat terus berkembang dan berkontribusi pada solusi perubahan iklim.
Dengan demikian, ketegangan antara kebijakan energi tradisional dan upaya untuk mengembangkan sumber energi terbarukan akan terus menjadi perhatian publik dan pembuat kebijakan di seluruh dunia.
Donald Trump Tom Steyer energi bersih perubahan iklim investasi