Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Workshop Pengembangan Industri Tembakau di Jawa Timur

Pada Rabu, 13 November 2024, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur mengadakan workshop yang bertujuan untuk mengembangkan industri tembakau di wilayah tersebut. Kegiatan ini berlangsung di Harris Hotel and Convention dan dihadiri oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Timur II, Agus Sudarmadi, yang menjadi narasumber dalam acara tersebut.

Dalam pemaparannya, Agus Sudarmadi menjelaskan tentang kebijakan Bea Cukai dalam mendukung hasil tembakau. Ia mengungkapkan pentingnya peran perbatasan kepabeanan dan cukai dalam mengelola lima pilar transaksi ekonomi, yaitu orang, barang, uang, dokumen, dan transportasi. Pendekatan ini bertujuan untuk mencapai keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan pengumpulan pendapatan negara dari sektor cukai.

Agus menambahkan bahwa kebijakan cukai mempertimbangkan empat aspek penting: pengendalian konsumsi yang berkaitan dengan kesehatan, aspek produksi yang berhubungan dengan keberlanjutan tenaga kerja, penerimaan negara, serta pengawasan barang kena cukai (BKC) ilegal. Hal ini menunjukkan bahwa industri tembakau tidak hanya berfokus pada keuntungan semata, tetapi juga pada tanggung jawab sosial.

Acara workshop ini juga dihadiri oleh pejabat dan pegawai dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama saat sesi tanya jawab dengan narasumber.

Jawa Timur dikenal sebagai salah satu provinsi penghasil terbesar Industri Hasil Tembakau (IHT) di Indonesia. IHT memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara dan menjadi penggerak ekonomi lokal, terutama di sektor padat karya seperti sigaret kretek tangan. Setiap tahunnya, provinsi ini juga menerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) terbesar.

Dengan adanya sinergi antara Bea Cukai dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan stabilitas ekonomi dan ketahanan nasional dapat terjaga dengan baik. Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa industri tembakau di Jawa Timur dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

library_books Beacukaijatim2