Pada bulan Januari 2025, Donald Trump dan timnya akan resmi menjabat sebagai presiden Amerika Serikat. Banyak spekulasi mengenai bagaimana mereka akan menangani tantangan strategis yang semakin meningkat di Timur Tengah. Tantangan ini meliputi perang yang sedang berlangsung di Gaza dan Lebanon, proses normalisasi yang terhenti antara Israel dan beberapa negara Arab, serta ketegangan dengan Iran.
Pemerintahan Trump yang kedua, seperti yang pertama, diperkirakan akan lebih memprioritaskan kepentingan nasional Amerika dibandingkan dengan nilai-nilai global. Analisis kebijakan luar negeri Amerika menunjukkan bahwa perubahan yang diharapkan kemungkinan besar bersifat bertahap, bukan transformasional.
Secara resmi, Amerika Serikat mendukung solusi dua negara untuk konflik Israel-Palestina. Namun, selama bertahun-tahun, para pemukim dan politisi sayap kanan di Israel terus memperluas pemukiman mereka. Hal ini berdampak negatif pada kemungkinan berdirinya negara Palestina yang layak.
Kebergantungan Israel yang berlebihan pada kekuatan militer juga telah membuatnya semakin terisolasi, baik di Timur Tengah maupun dalam sistem internasional. Kekuatan Barat, yang dipimpin oleh Amerika Serikat, gagal menghentikan penggunaan kekuatan militer yang berlebihan oleh Israel. Akibatnya, Israel muncul sebagai hegemon regional yang tidak terbatasi.
Saat ini, terdapat tanda-tanda bahwa para pemimpin di Tehran, Ankara, Riyadh, dan ibu kota Arab lainnya sedang mengevaluasi kembali strategi mereka untuk melawan operasi militer Israel yang semakin meluas. Mereka berusaha untuk memulihkan keseimbangan kekuatan di wilayah tersebut.
Support Amerika Serikat yang "tak tergoyahkan" terhadap Israel telah memberi izin kepada Netanyahu untuk mengejar tujuan militernya tanpa konsekuensi. Munculnya Israel sebagai hegemon regional tidak akan diterima oleh tetangga-tetangganya. Hal ini justru akan memicu ketidakstabilan di Timur Tengah dan mengancam kepentingan nasional utama Amerika Serikat.
Di tengah tantangan ini, banyak yang bertanya-tanya bagaimana kebijakan luar negeri Amerika Serikat akan terbentuk dan apa dampaknya bagi stabilitas kawasan di masa mendatang.
Donald Trump Timur Tengah konflik Gaza Israel Iran