Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

ICE Siapkan Perluasan Pemantauan Imigrasi Pasca Kemenangan Trump

Pada tanggal 6 November, hanya beberapa jam setelah berita menyatakan bahwa Donald Trump terpilih sebagai presiden Amerika Serikat yang baru, Immigration and Customs Enforcement (ICE) mengeluarkan pemberitahuan penting. Pemberitahuan ini meminta perusahaan untuk mengajukan rencana mengenai cara mereka akan memperluas sistem pemantauan yang digunakan oleh ICE. Sistem ini mencakup penggunaan monitor pergelangan kaki, pelacak GPS, teknologi pemeriksaan biometrik, dan agen manusia yang akan memantau "bukan warga negara" yang menunggu sidang pengadilan imigrasi atau deportasi.

Pemberitahuan tersebut menunjukkan bahwa ICE berencana untuk memperluas pengawasan intensif terhadap orang-orang yang menunggu sidang deportasi. Saat ini, jumlah orang yang diawasi kurang dari 200.000, namun angka tersebut bisa melonjak menjadi lebih dari 5 juta. Hal ini menandakan bahwa pemerintah akan lebih aktif dalam memantau individu yang terlibat dalam proses imigrasi.

Selama kampanye kepresidenannya, Donald Trump telah berjanji untuk melaksanakan "operasi deportasi terbesar dalam sejarah Amerika." Dia mengungkapkan rencana untuk melakukan penggerebekan di tempat kerja dan membangun "kamp tahanan" yang besar. Meskipun demikian, Trump belum merinci rencana spesifik tentang bagaimana deportasi massal ini akan dijalankan. Namun, tampaknya banyak aspek teknis dari program pemantauan dan deportasi massal tersebut akan direncanakan oleh perusahaan swasta yang bekerja sama dengan ICE.

Perluasan sistem pemantauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menangani masalah imigrasi yang dianggap mendesak. Dengan meningkatnya jumlah orang yang tidak memiliki izin tinggal, kebijakan ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengatur proses hukum yang harus dilalui oleh mereka yang menunggu keputusan pengadilan.

Dengan adanya teknologi yang semakin canggih, penggunaan alat seperti monitor pergelangan kaki dan pelacak GPS diharapkan dapat memudahkan proses pengawasan. Meskipun banyak yang mendukung kebijakan ini dengan alasan meningkatkan keamanan, ada juga kritik yang menyatakan bahwa langkah ini dapat melanggar privasi individu.

Kebijakan imigrasi di Amerika Serikat selalu menjadi topik yang kontroversial. Banyak orang berpendapat bahwa penanganan masalah ini harus dilakukan dengan cara yang lebih manusiawi, sementara yang lain percaya bahwa tindakan tegas perlu diambil untuk menjaga keamanan negara. Dengan kemenangan Trump, kebijakan imigrasi kemungkinan akan mengalami perubahan yang signifikan.

library_books Wired