Greta Thunberg, aktivis perubahan iklim terkenal, telah memutuskan untuk tidak menghadiri konferensi iklim COP29 yang diadakan di Baku, Azerbaijan. Keputusan ini diambilnya setelah mengungkapkan pendapatnya di sebuah protes hak asasi manusia yang berlangsung di negara tetangga, Georgia.
Dalam pernyataannya, Greta menyebut pilihan lokasi Baku untuk COP29 adalah "di luar absurd". Ini menjadi tahun ketiga berturut-turut Greta tidak hadir dalam konferensi iklim yang diselenggarakan oleh PBB.
Greta juga menulis di surat kabar The Guardian bahwa konferensi COP sering kali menjadi ajang "greenwashing", yang hanya melegitimasi kegagalan negara-negara dalam menjaga dunia yang layak huni dan masa depan yang baik.
Sementara itu, Simon Stiell, Sekretaris Eksekutif Perubahan Iklim PBB, menyatakan bahwa konferensi COP adalah "satu-satunya tempat yang kita miliki untuk menangani krisis iklim yang terus meluas". Pernyataan ini menunjukkan pentingnya konferensi tersebut meskipun mendapatkan kritik.
Keputusan untuk menyelenggarakan COP29 di ibukota Azerbaijan, Baku, mendapat kritik karena negara ini memiliki hubungan erat dengan industri gas dan minyak. Banyak yang berpendapat bahwa hal ini tidak sejalan dengan tujuan utama konferensi yang bertujuan untuk mengatasi perubahan iklim.
Konferensi ini diharapkan dapat memberikan solusi nyata untuk masalah yang dihadapi dunia saat ini terkait perubahan iklim. Namun, dengan adanya penolakan dari tokoh-tokoh penting seperti Greta Thunberg, hal ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas konferensi tersebut.
Greta Thunberg COP29 Azerbaijan perubahan iklim