Pada tanggal 10 September, penulis terkenal Yuval Noah Harari, yang sebelumnya dikenal melalui bukunya "Sapiens", akan merilis karya terbarunya yang berjudul "Nexus". Buku ini menawarkan pandangan mendalam tentang bagaimana sistem informasi telah membentuk dunia kita. Harari mengajak pembaca untuk merenungkan hubungan yang rumit antara informasi, kebenaran, dan kekuasaan.
Dalam "Nexus", Harari membahas sejarah manusia yang berlangsung selama 100.000 tahun. Dalam rentang waktu itu, manusia telah mengumpulkan banyak pengetahuan dan kekuatan. Namun, Harari memperingatkan kita bahwa kita berada dalam krisis besar. Terdapat ancaman kolaps lingkungan hidup dan penyebaran informasi yang salah. Lebih lanjut, kemunculan kecerdasan buatan menambah kekhawatiran akan masa depan umat manusia.
Harari menyatakan, “Bukankah kita semua terlihat autodestruktif meskipun telah mencapai banyak hal?” Pertanyaan ini menjadi pokok bahasan dalam bukunya. "Nexus" membawa pembaca menjelajahi berbagai periode sejarah, mulai dari Zaman Batu, penulisan Alkitab, serta peristiwa-peristiwa penting seperti pemburuan penyihir, stalinisme, hingga nazisme dan munculnya populisme saat ini. Dia mengajak kita untuk mempertimbangkan bagaimana informasi digunakan untuk mencapai tujuan, baik yang baik maupun yang buruk.
Lebih jauh, buku ini juga menggambarkan bagaimana berbagai sistem sosial dan politik memanfaatkan informasi dalam strategi mereka. Harari mencoba menunjukkan bahwa informasi bukanlah bahan mentah untuk kebenaran atau sekadar senjata. Dalam "Nexus", dia menawarkan pandangan yang lebih optimis, mencari titik tengah antara dua ekstrem tersebut dan menemukan kembali esensi kemanusiaan yang menyatukan kita semua.
Buku ini diterjemahkan oleh Berilo Vargas dan Denise Bottmann, dan siap untuk dibaca oleh semua penggemar literasi dan sejarah. "Nexus" tidak hanya memberi wawasan tentang masa lalu, tetapi juga tantangan yang akan dihadapi di masa depan.
buku Nexus Yuval Noah Harari debut baru