Organisasi teror Hamas telah mengirimkan sebuah delegasi ke Kairo. Namun, mereka tidak akan ikut serta dalam perundingan terkait gencatan senjata di Gaza. Seorang perwakilan dari Hamas menjelaskan bahwa delegasi tersebut akan bertemu dengan petugas intelijen Mesir. Tujuan pertemuan ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan negosiasi yang sedang berlangsung. Meski demikian, perwakilan tersebut menekankan, “Ini bukan berarti mereka akan berpartisipasi dalam negosiasi.”
Sementara itu, situasi di Gaza semakin memprihatinkan. Menurut laporan dari rumah sakit setempat, setidaknya 36 warga Palestina telah kehilangan nyawa akibat serangan Israel di selatan Gaza. Di antara korban tersebut terdapat anak-anak. Salah satu rumah sakit, Nasser, melaporkan bahwa sebelas anggota dari satu keluarga tewas setelah rumah mereka dibombardir di kota Khan Yunis pada Sabtu pagi. Selain itu, sejumlah 33 korban juga dilaporkan dibawa ke rumah sakit tersebut dari tiga serangan berbeda di kawasan Khan Yunis.
Di sisi lain, rumah sakit Al-Aqsa Martyrs juga melaporkan kedatangan tiga jenazah yang merupakan korban serangan pada hari yang sama. Israel sendiri mengonfirmasi bahwa mereka sedang menyelidiki laporan mengenai jumlah korban jiwa tersebut.
Di tengah krisis ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan keprihatinannya terhadap penyebaran virus polio di Gaza. Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan melalui platform media sosial bahwa ada seorang bayi berusia sepuluh bulan yang terdeteksi mengalami kelumpuhan pada bagian bawah kaki kiri, yang merupakan kasus polio pertama di Gaza dalam 25 tahun terakhir.
Situasi di Gaza semakin mendekati titik kritis dengan semakin banyaknya korban jiwa dan ancaman penyakit tersebut, menekankan perlunya perhatian internasional yang lebih besar terhadap wilayah tersebut.
Hamas Gaza senjata berita terkini