Kanselir Jerman, Olaf Scholz, mengungkapkan kesiapannya untuk memanggil suara percaya di parlemen sebelum perayaan Natal. Dalam wawancara dengan penyiar publik ARD pada hari Minggu, Scholz menyatakan, "Tidak ada masalah bagi saya untuk mengadakan suara percaya sebelum Natal jika semua orang setuju. Saya tidak terikat pada posisi saya."
Pernyataan ini muncul setelah keruntuhan koalisi pemerintah pekan lalu. Ketegangan antara partai-partai dalam koalisi meningkat, terutama terkait kebijakan ekonomi dan fiskal, yang berujung pada pemecatan Menteri Keuangan, Christian Lindner, dari Partai Demokrat Bebas.
Awalnya, Scholz merencanakan suara percaya ini pada tanggal 15 Januari, namun tekanan yang semakin meningkat membuatnya mempertimbangkan untuk mempercepat jadwal tersebut.
Setelah suara percaya yang kemungkinan besar akan kalah bagi Scholz, Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, akan memiliki waktu 21 hari untuk membubarkan parlemen. Setelah itu, pemilihan umum harus diadakan dalam waktu 60 hari.
Situasi politik di Jerman ini menunjukkan ketidakpastian yang semakin meningkat, dan langkah Scholz untuk mengadakan suara percaya adalah upaya untuk mendapatkan dukungan dari anggota parlemen sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Jika suara percaya tidak berhasil, Jerman mungkin akan menghadapi pemilihan umum lebih cepat dari yang diperkirakan.
Kanselir Jerman Olaf Scholz suara percaya pemilihan umum koalisi