Pada tahun ini, Konferensi Perubahan Iklim PBB atau COP29 sedang berlangsung dengan fokus utama pada masalah pembiayaan. Pertanyaan besar yang muncul adalah dari mana sumber dana yang diperlukan untuk mengatasi krisis iklim yang semakin mendesak ini?
Selama dua minggu ke depan, para delegasi dari berbagai negara akan berdiskusi untuk mencari solusi dan strategi dalam mempercepat transisi dari energi fosil ke energi terbarukan. Energi fosil adalah sumber energi yang berasal dari bahan bakar yang tidak dapat diperbaharui, seperti minyak dan batubara, yang sering kali menjadi penyebab utama pemanasan global.
Salah satu istilah penting dalam pembahasan ini adalah "klimafinanzierung" atau pembiayaan iklim. Menurut Perjanjian Paris yang ditandatangani pada tahun 2015, pembiayaan iklim adalah uang yang digunakan untuk membantu negara-negara beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
Pembiayaan iklim mencakup dana dari pemerintah atau swasta yang digunakan untuk berbagai proyek. Ini termasuk reboisasi, pengembangan energi angin dan matahari, teknologi kendaraan listrik, serta langkah-langkah adaptasi iklim seperti pembangunan tanggul untuk melindungi daerah dari banjir.
Di bawah Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim yang disahkan pada tahun 1992, negara-negara industri yang bertanggung jawab besar terhadap pemanasan global diharuskan untuk memberikan dukungan pembiayaan. Namun, saat ini terdapat tuntutan agar negara-negara besar penghasil emisi lainnya, seperti China dan negara-negara kaya di Teluk, juga ikut berkontribusi. Sayangnya, negara-negara tersebut masih menolak untuk memberikan dukungan finansial.
Di sisi lain, Kanselir Jerman Olaf Scholz telah berkomitmen untuk menyediakan setidaknya enam miliar Euro setiap tahun untuk bantuan iklim. Namun, perlu dicatat bahwa sebagian besar dari dana tersebut merupakan pinjaman, dan ada beberapa yang dikenakan bunga sesuai dengan kondisi pasar. Selain itu, dana tersebut juga akan mencakup pembayaran untuk perlindungan lingkungan hidup.
Dengan latar belakang ini, COP29 diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret untuk memerangi perubahan iklim dan memastikan bahwa negara-negara yang berkontribusi pada krisis ini turut serta dalam pembiayaan solusi yang diperlukan.
UN COP29 pembiayaan perubahan iklim energi terbarukan