Dua gajah yang menjadi koleksi di Solo Safari, yaitu Inova dan Manohara, dilaporkan telah meninggal dunia karena penyakit yang menyerang mereka. Inova meninggal pada bulan Mei 2014, sementara Manohara menyusul pada Agustus 2024.
Direktur Utama Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Ahmad Syukri Prihanto, memberikan keterangan mengenai penyebab kematian kedua gajah tersebut. Ia menyatakan bahwa awalnya terdapat dugaan bahwa kondisi kesejahteraan satwa di Solo Safari menjadi salah satu faktor. Hal ini mencakup kurangnya aktivitas bermain, kemungkinan terjangkit penyakit lainnya, serta masalah pakan. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium, penyebab kematian keduanya ternyata adalah infeksi virus.
Dalam menjawab masalah ini, pihak Solo Safari mengambil langkah evaluasi yang signifikan. Salah satu tindakan yang diambil adalah menambah jumlah tim medis dengan menambahkan dokter hewan. Tujuannya adalah untuk memastikan kesehatan satwa-satwa lainnya di kebun binatang tersebut.
Selain itu, mereka juga meningkatkan pengawasan terhadap kondisi lingkungan. Dengan cuaca yang beberapa waktu terakhir menjadi lebih panas, perhatian ekstra diberikan untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan seluruh satwa di Solo Safari.
gajah Solo Safari Taman Satwa Taru Jurug