Jakarta – PT Daaz Bara Lestari Tbk resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 11 November 2024. Pencatatan ini menjadi langkah penting bagi perusahaan untuk memperluas bisnis dan memperkuat modal. Emiten dengan kode saham DAAZ ini menerbitkan 300 juta saham baru melalui penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO), yang setara dengan 15,02% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Harga saham yang ditawarkan kepada publik adalah sebesar Rp880 per saham. Dengan demikian, PT Daaz Bara Lestari Tbk berhasil meraih dana segar dari pasar modal sebesar Rp264 miliar.
Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan besar logam dan bijih logam ini akan menggunakan dana hasil IPO tersebut untuk berbagai keperluan. Sekitar 33,34% dari dana tersebut akan digunakan untuk pembelian bijih nikel dan modal kerja yang mencakup biaya tenaga kerja serta biaya logistik. Sementara itu, sisanya yaitu 66,66% akan digunakan sebagai pinjaman kepada anak perusahaan, membeli batubara dan bahan bakar solar, serta untuk modal kerja.
PT Daaz Bara Lestari Tbk didirikan pada tahun 2009 dan awalnya berfokus pada perdagangan komoditas. Seiring waktu, perusahaan ini berkembang menjadi entitas yang terdiversifikasi. Saat ini, ada tiga pilar utama usaha yang menjadi fokus perusahaan yaitu perdagangan komoditas seperti bijih nikel, batubara, dan bahan bakar solar, jasa angkutan laut, serta jasa pertambangan. DAAZ juga menawarkan solusi terintegrasi untuk sektor pertambangan dan pengolahan mineral.
Perusahaan ini berkomitmen untuk menjaga standar tinggi dalam operasional dan kualitas layanan yang diberikan. Melalui langkah IPO ini, PT Daaz Bara Lestari Tbk berharap dapat memperkuat posisi di pasar dan memperluas jangkauan bisnisnya.
Untuk mengetahui lebih lanjut, saksikan program Market Review bersama Prasetyo Wibowo di IDX Channel pada hari Senin, 11 November 2024, pukul 10.30 – 11.00 WIB. Program ini dapat disaksikan secara langsung di berbagai saluran TV dan streaming.
Daaz Bara Lestari Bursa Efek Indonesia IPO saham nikel