Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pemakaman Kembali Halim Perdanakusuma dan Iswahjudi di Jakarta

Pada tanggal 10 November 1975, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan ke-30, dilakukan upacara pemakaman kembali kerangka jenazah almarhum Marsda TNI Anumerta Halim Perdanakusuma dan Marsma TNI Anumerta Iswahjudi. Kedua pahlawan ini sebelumnya dimakamkan di Teluk Murok, Malaysia, setelah gugur dalam tugas pada tahun 1947.

Upacara yang berlangsung di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, Jakarta ini dihadiri oleh berbagai pejabat pemerintah, termasuk pejabat tinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dan Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), serta pejabat pemerintah Malaysia dan keluarga almarhum.

Sehari sebelum pemakaman, kerangka jenazah diserahkan oleh Setia Usaha Kesultanan Perak Malaysia kepada Duta Besar Republik Indonesia di Malaysia, Mohammad Hasan. Selanjutnya, kedua jenazah dibawa ke Indonesia oleh Kolonel Udara Sugiri menggunakan pesawat Hercules AURI.

Sesampainya di Lanud Halim Perdanakusuma, kerangka jenazah disambut oleh Menteri Sosial Mintarja S.H, Pangdam V/Jaya Mayjen Mantik, Gubernur DKI Ali Sadikin, serta para pejabat tinggi lainnya dan keluarga almarhum. Kerangka jenazah kemudian disemayamkan di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta.

Kedua pahlawan ini gugur pada 14 Desember 1947 saat menjalankan misi pembelian pesawat dan senjata. Pesawat yang mereka terbangkan, Avro Anson VH-BBY (RI-003), jatuh di wilayah Labuhan Bilik Besar, antara Tanjung Hantu dan Teluk Senangin, Pantai Lumut, akibat cuaca buruk dan kabut tebal.

Informasi pertama mengenai kecelakaan tersebut diterima oleh Polisi Lumut dari dua penebang kayu. Polisi segera menuju lokasi kejadian dan pada keesokan harinya, jenazah serta reruntuhan pesawat ditemukan. Jenazah kemudian dimakamkan di Teluk Murok dengan dihadiri oleh Dr. Burhanuddin Al Helmi, Dr. Ishak Haji Muhamad, Abdul Latif, Ghalib Sahun Haji Ramli, Ahmad Mohammd Aref, anggota PKMM, dan masyarakat Indonesia di Malaya.

library_books Militer Udara