Mulai minggu depan, Arkeologi Park di Pompeji, yang terletak dekat Neapel, Italia, akan membatasi jumlah pengunjungnya menjadi 20.000 orang per hari. Langkah ini diambil untuk mengatasi masalah massentourisme yang semakin meningkat di banyak kota di Italia, termasuk Pompeji sendiri.
Pemarkahan jumlah pengunjung ini merupakan upaya untuk menjaga kelestarian situs bersejarah yang terkenal ini. Selain itu, Arkeologi Park juga akan memperkenalkan tiket personalisasi, yang diharapkan dapat membantu mengatur jumlah pengunjung dengan lebih baik.
Banyak kota di Italia, seperti Venedig, telah menghadapi tantangan serius akibat overtourism. Venedig, yang merupakan sebuah kota yang terkenal dengan kanal-kanalnya, menjadi contoh utama masalah ini. Tahun ini, Venedig telah mulai menerapkan biaya masuk bagi para pengunjung yang datang untuk waktu singkat, yaitu sekitar 5 euro. Namun, dalam waktu dekat, biaya ini kemungkinan akan meningkat hingga 10 euro.
Langkah-langkah ini dianggap perlu untuk melindungi warisan budaya Italia dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung. Dengan adanya pembatasan dan sistem tiket yang lebih teratur, diharapkan akan tercipta keseimbangan antara kebutuhan para wisatawan dan upaya pelestarian situs-situs bersejarah.
Pengelola Arkeologi Park Pompeji berharap bahwa dengan pembatasan ini, pengunjung dapat lebih menghargai keindahan dan keunikan dari situs yang sudah berusia ribuan tahun ini. Dengan demikian, pengalaman berkunjung ke Pompeji akan menjadi lebih menyenangkan dan bermanfaat bagi semua orang.
Pompeji arkeologi tiket pengunjung Venedig massentourisme