Pasar saham di Tiongkok daratan mengalami lonjakan yang signifikan, naik hingga 12% dalam setahun terakhir. Kenaikan ini terjadi berkat serangkaian langkah yang diambil untuk menghentikan penurunan di sektor properti dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Meskipun demikian, masih ada kekhawatiran mengenai tantangan struktural yang dihadapi ekonomi Tiongkok.
Indeks CSI 300, yang merupakan salah satu indikator utama pasar saham China, menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Kekayaan kolektif yang sebelumnya turun di bawah $1 triliun dua tahun lalu, kini kembali melampaui angka tersebut, mencapai $1,03 triliun. Ini merupakan kenaikan sebesar 15% dibandingkan dengan kekayaan yang tercatat tahun lalu sebesar $895 miliar.
Untuk menjadi bagian dari daftar 100 Orang Terkaya di China tahun 2024, seseorang harus memiliki kekayaan bersih minimum sebesar $3,9 miliar, meningkat dari $3,4 miliar pada tahun 2023. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan di pasar, beberapa individu masih mampu meningkatkan kekayaan mereka.
Salah satu nama terkenal dalam daftar ini adalah Zhang Yiming, salah satu pendiri ByteDance. Meskipun kekayaannya naik sekitar 5% menjadi $45,6 miliar, ia mengalami penurunan satu peringkat ke posisi ketiga dalam daftar orang terkaya. ByteDance, yang memiliki aplikasi populer TikTok, terus menghadapi tantangan regulasi di luar negeri. Pada bulan Mei, perusahaan ini menggugat pemerintah Amerika Serikat untuk membatalkan undang-undang yang mewajibkan mereka menjual aplikasi video pendek tersebut atau menghadapi larangan di seluruh negara.
Dengan kondisi ekonomi yang terus berubah, perhatian terhadap pasar saham dan kekayaan individu di Tiongkok tetap menjadi sorotan. Masyarakat dan investor berharap langkah-langkah yang diambil pemerintah dapat memberikan dampak positif dan meningkatkan kepercayaan di pasar.
pasar saham China kekayaan ByteDance Zhang Yiming