Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Saudi Aramco Turunkan Harga Minyak untuk Asia di Bulan Desember

Saudi Aramco, perusahaan minyak terbesar di Arab Saudi, mengumumkan penurunan harga minyak mentah Arab Light untuk bulan Desember 2024. Pengumuman ini disampaikan melalui daftar harga terbaru yang dirilis oleh raksasa migas tersebut.

Menurut daftar harga tersebut, harga jual resmi (OSP) untuk minyak mentah Arab Light akan dipotong sebesar 50 sen, menjadi USD1,70 per barel di atas harga acuan regional. Ini juga berlaku untuk jenis minyak mentah lainnya seperti Arab Extra Light dan Super Light, yang juga mengalami penurunan sebesar 50 sen per barel. Sedangkan untuk jenis Arab Medium dan Heavy, penurunan yang diterapkan adalah sebesar 40 sen per barel.

Untuk pasar Amerika Utara, Saudi Aramco menetapkan harga OSP Desember untuk minyak mentah Arab Light sebesar USD3,80 per barel di atas indeks minyak mentah Argus (ASCI). Di Eropa Barat, selisih harga untuk minyak mentah jenis yang sama ditetapkan sebesar USD0,15 di atas patokan ICE Brent.

Saudi Aramco memproduksi lima jenis minyak mentah, yaitu Super Light, Arab Light, Arab Extra Light, Arab Medium, dan Arab Heavy. Setiap jenis minyak memiliki mutu yang berbeda-beda berdasarkan massa jenis atau kepadatan. Misalnya, Super Light memiliki kepadatan lebih dari 40 menurut standar American Petroleum Institute (API). Sementara itu, Arab Extra Light memiliki kepadatan antara 36-40, Arab Light antara 32-36, Arab Medium antara 29-32, dan Arab Heavy memiliki kepadatan kurang dari 29.

Dalam beberapa hari terakhir, pasar minyak global mengalami tekanan. Pada Rabu, 6 November 2024, harga minyak mentah turun sebesar 2,5 persen, mengakhiri kenaikan selama lima hari berturut-turut. Penurunan ini dipicu oleh menguatnya dolar AS setelah kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Presiden AS 2024. Kenaikan nilai dolar AS cenderung menekan harga minyak dan komoditas lainnya, sehingga membuatnya lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

library_books Idx Channel