Jakarta, 8 November 2024 – Pasar alat berat di Indonesia perlahan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Hal ini seiring dengan membaiknya permintaan produk dari berbagai sektor. Namun, meski ada peningkatan permintaan, produsen alat berat masih menghadapi kendala dalam mengimpor komponen yang diperlukan untuk produksi.
Ketua Umum Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), Giri Kus Anggoro, mengungkapkan bahwa produksi alat berat nasional selama periode Januari hingga September 2024 tercatat mencapai 5.138 unit. Angka ini mengalami penurunan sekitar 18% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yaitu 6.248 unit.
Walaupun demikian, Giri menyatakan bahwa terdapat peningkatan produksi sebesar 10% pada kuartal ketiga tahun 2024 jika dibandingkan dengan kuartal kedua. "Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan alat berat untuk operasi di sektor pertambangan batubara dan nikel, serta di perkebunan," jelasnya.
Melihat hasil produksi di kuartal ketiga, Hinabi optimis bahwa target produksi alat berat nasional sebesar 8.000 unit akan tercapai pada akhir tahun ini. Sebagian besar produk alat berat yang dihasilkan di Indonesia masih diserap oleh sektor-sektor penting seperti pertambangan, perkebunan, dan konstruksi.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang perkembangan pasar alat berat, saksikan program Market Review yang dipandu oleh Prasetyo Wibowo pada hari Jumat, 8 November 2024, dari pukul 18.30 hingga 18.00 WIB. Program ini dapat disaksikan secara langsung di IDX Channel melalui berbagai saluran televisi dan juga dapat diakses melalui www.idxchannel.com serta aplikasi IDX Channel TV.
alat berat produksi permintaan pertambangan Indonesia