Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Volkswagen Umumkan Potensi Penutupan Pabrik dan Pemecatan Karyawan di Jerman

Volkswagen (VW) baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka tidak lagi menutup kemungkinan untuk menutup pabrik dan melakukan pemecatan karyawan di Jerman. Keputusan ini disampaikan setelah pertemuan pimpinan perusahaan dan berlaku dalam kerangka program penghematan yang telah dimulai. Perusahaan otomotif ini juga membatalkan jaminan pekerjaan hingga tahun 2029 yang telah berlangsung sejak 1994.

Menurut CEO Volkswagen, Oliver Blume, industri otomotif saat ini berada dalam situasi yang sangat sulit dan serius. “Lingkungan ekonomi semakin buruk, dan para pesaing baru memasuki pasar Eropa,” ujar Blume. Ia menjelaskan bahwa daya saing lokasi pabrik di Jerman semakin menurun. “Dalam keadaan ini, kami sebagai perusahaan harus bertindak secara tegas,” tambahnya.

Dari sudut pandang manajemen, restrukturisasi besar-besaran diperlukan untuk merek-merek di dalam Volkswagen AG. Blume menyatakan bahwa penutupan pabrik yang memproduksi mobil dan komponen kini tidak bisa dihindari tanpa tindakan cepat dari perusahaan. “Kami sedang mempertimbangkan untuk menutup setidaknya satu pabrik mobil dan satu pabrik komponen,” tegasnya.

Sekretaris serikat pekerja menyatakan bahwa manajemen menganggap bahwa setidaknya satu pabrik mobil dan pabrik komponen adalah surplus. “Karena itu, semua lokasi di Jerman, baik milik Volkswagen AG atau anak perusahaannya, baik di Jerman bagian barat maupun timur, dapat terancam,” ungkapnya. Namun, saat ini belum ada informasi mengenai pabrik mana yang berpotensi terkena pemutusan atau penutupan.

Volkswagen, yang merupakan salah satu produsen mobil terbesar di dunia, sedang menghadapi biaya yang tinggi dan memiliki laba yang jauh di belakang merek lain dalam grupnya seperti Skoda, Seat, dan Audi. Program penghematan yang dimulai pada tahun 2023 bertujuan untuk meningkatkan laba operasi hingga sepuluh miliar Euro pada tahun 2026. Laba operasi adalah selisih antara pendapatan yang dihasilkan dari penjualan produk dan biaya yang dikeluarkan untuk memproduksinya.

library_books Tagesschau