Penelitian terbaru menunjukkan bahwa anak-anak dengan skor IQ yang lebih tinggi sering kali menerima diagnosis ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) lebih lambat dibandingkan dengan anak-anak yang memiliki skor IQ lebih rendah. Penelitian ini dipublikasikan dalam British Journal of Clinical Psychology dan menganalisis data dari 1.380 anak di Ontario, Kanada.
Para peneliti menemukan bahwa kemampuan kognitif yang lebih tinggi memungkinkan beberapa anak untuk menyembunyikan gejala ADHD dengan lebih efektif, terutama gejala tidak perhatian yang kurang mengganggu. Kemampuan untuk menyembunyikan gejala ini dapat menyebabkan diagnosis dan intervensi yang tertunda.
Selain itu, penelitian ini juga mencatat bahwa status sosial ekonomi memengaruhi diagnosis. Anak-anak dari latar belakang sosial ekonomi yang lebih tinggi biasanya menerima diagnosis lebih lambat. Temuan ini menunjukkan adanya hubungan yang kompleks antara akses terhadap sumber daya, lingkungan pendidikan, dan pengenalan gejala.
Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan diagnostik yang lebih cermat, terutama bagi individu yang berfungsi tinggi. Penyedia layanan kesehatan disarankan untuk mempertimbangkan bahwa kinerja akademis yang baik atau fungsi kognitif yang tinggi tidak seharusnya secara otomatis mengesampingkan diagnosis ADHD.
Penelitian ini memiliki implikasi yang signifikan bagi para profesional pendidikan dan kesehatan mental. Diharapkan, temuan ini dapat meningkatkan deteksi dini dan strategi dukungan untuk semua anak dengan ADHD, tanpa memandang level IQ mereka.
ADHD IQ tinggi diagnosis anak penelitian