Dalam pemilu 2024 di Amerika Serikat, pemilih kulit hitam dan Hispanik masih memberikan dukungan yang besar kepada Kamala Harris, tetapi ada penurunan dukungan dibandingkan dengan pemilu 2020. Hasil ini menunjukkan bahwa Donald Trump, calon dari Partai Republik, mendapatkan keuntungan di kalangan pemilih non-putih.
Menurut survei yang dilakukan oleh Associated Press terhadap lebih dari 120.000 pemilih terdaftar, dukungan untuk Trump di kalangan pemilih kulit hitam meningkat. Pada tahun 2020, hanya 8% pemilih kulit hitam yang memilih Trump. Namun, pada pemilu kali ini, angka tersebut naik menjadi 15%. Ini menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam preferensi pemilih kulit hitam.
Sementara itu, di kalangan pemilih Hispanik, Trump meraih 41% suara, yang merupakan kenaikan 6 poin dari pemilu sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Harris masih mendapatkan dukungan, Trump berhasil menarik perhatian lebih banyak pemilih dari kelompok ini.
Survei ini memberikan wawasan mengenai pola pemungutan suara dan isu-isu yang paling penting bagi pemilih menjelang hari pemilihan. Pemilih dari berbagai latar belakang menunjukkan pergeseran yang dapat mempengaruhi hasil pemilu mendatang. Dengan semakin meningkatnya dukungan untuk Trump di kalangan pemilih non-putih, hal ini menjadi tantangan bagi Partai Demokrat untuk mempertahankan basis dukungan mereka.
Pemilu 2024 menjadi semakin menarik dengan dinamika baru ini. Sementara Harris masih mendapatkan dukungan yang kuat dari pemilih kulit hitam dan Hispanik, hasil survei ini menunjukkan adanya tantangan yang harus dihadapi oleh partai yang berkuasa. Ini merupakan waktu penting bagi para pemimpin politik untuk memahami dan merespons kebutuhan serta harapan dari pemilih mereka.
pemilih Harris Trump pemilih non-putih pemilu 2024