Partai Republik berhasil merebut kendali Senat dalam pemilihan terbaru, dan kini mereka berada dalam posisi yang baik untuk mempertahankan kekuasaan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ini menjadi kabar baik bagi Presiden terpilih Donald Trump, yang akan lebih mudah mengkonfirmasi calon-calon yang diusulkannya serta mendorong agenda penting terkait pajak dan isu lainnya.
Di DPR, jalan bagi Partai Demokrat untuk merebut kembali kendali semakin sempit. Hal ini terjadi karena Partai Republik berhasil melampaui ekspektasi, terutama berkat kemampuan Trump untuk menarik perhatian pemilih dari kalangan pekerja, termasuk pemilih pria kulit hitam dan Latino. Dukungan ini melengkapi basis dukungan Trump yang sudah ada dari kalangan pekerja kulit putih.
Harapan Demokrat untuk mendapatkan banyak kursi baru di California tidak terwujud, yang membuat peluang mereka untuk membalikkan keadaan di DPR semakin tipis. Saat ini, Partai Republik menguasai DPR dengan 220 kursi, sementara Demokrat memiliki 212 kursi, dengan tiga kursi kosong.
Hasil pemilihan di Senat menunjukkan bahwa Partai Republik kini memiliki 52 kursi, membalikkan posisi Demokrat yang sebelumnya unggul dengan 51-49.
Dengan situasi ini, Donald Trump akan memiliki dukungan yang lebih solid untuk melaksanakan rencananya ke depan, dan ini dapat mempengaruhi kebijakan yang akan diambil pemerintahannya.
Partai Republik Senat DPR Donald Trump pemilihan