Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di New York City pada malam pemilihan presiden AS, mengekspresikan penolakan terhadap proses pemilihan yang mereka anggap sebagai lelucon. Para demonstran, yang terdiri dari berbagai kalangan, menyanyikan lagu-lagu dan meneriakkan yel-yel dengan penuh semangat, meskipun mereka sebenarnya merasa marah dan cemas atas situasi yang terjadi di dunia saat ini.
Para pengorganisir protes menyatakan bahwa mereka ingin mengingatkan pemilih bahwa sementara mereka mengantre untuk memberikan suara, beberapa serangan udara Israel di Tepi Barat dan Gaza telah mengakibatkan kematian puluhan warga Palestina. Mereka menekankan bahwa terlepas dari siapa yang terpilih, baik Wakil Presiden Kamala Harris maupun mantan Presiden Donald Trump, Amerika Serikat tetap akan terlibat dalam konflik yang berkepanjangan ini.
Nerdeen Kiswani, salah satu pengorganisir protes, mengungkapkan pandangannya tentang pemilihan ini. "Kita seharusnya tidak memilih Partai Demokrat. Kita seharusnya mengajukan tuntutan atas kejahatan perang mereka," ujarnya. Hal ini menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam terhadap pilihan yang ada di hadapan pemilih.
Salah satu peserta protes, Jacqueline, mengaku telah memilih kandidat dari Partai Hijau, Jill Stein, sebelum bergabung dalam demonstrasi. "Saya memilih partai ketiga karena saya percaya pada pentingnya memiliki pilihan lain. Tetapi saya juga tidak percaya bahwa ini adalah sebuah demokrasi. Ini adalah oligarki," katanya. Jacqueline merasa bahwa meskipun Trump jelas dengan agendanya, Partai Demokrat lebih berbahaya karena sifatnya yang lebih tersembunyi.
Sekitar pukul 9 malam waktu setempat, ketika tempat pemungutan suara ditutup di seluruh kota, para pengunjuk rasa mulai bergerak dan berarak di sepanjang Avenue 6. Di sisi lain jalan, sekelompok kecil pendukung Israel yang datang untuk menentang demonstran pro-Palestina dan anti-perang segera melipat bendera mereka dan pergi ke arah yang berlawanan, seperti yang biasanya mereka lakukan.
Protes ini mencerminkan ketidakpuasan dan keinginan untuk perubahan yang lebih besar dalam politik Amerika Serikat, terutama terkait dengan isu-isu luar negeri dan perang yang berkepanjangan.
protes pemilihan presiden New York City Palestina perang