PT Petrosea Tbk (PTRO) baru saja menandatangani kontrak kerja sama yang bernilai sangat besar, yaitu Rp4,03 triliun. Kontrak ini ditandatangani dengan PT Bara Prima Mandiri (BPM), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu bara yang berlokasi di Kalimantan Tengah.
Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 5 November 2024, dan juga melibatkan PT Niaga Jasa Dunia (NJD). BPM adalah pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) di Barito Selatan, Kalteng, dan NJD adalah perusahaan yang mengelola tambang tersebut. PT Petrosea berperan sebagai kontraktor jasa pertambangan dalam kerja sama ini.
Anto Broto, Corporate Secretary PTRO, mengungkapkan bahwa perusahaan mereka akan bertanggung jawab untuk pengupasan lapisan penutup dan penggalian batu bara. Kerja sama ini akan berlangsung dari 5 November 2024 hingga 31 Desember 2032.
Dalam perjanjian tersebut, diperkirakan akan ada produksi lapisan penutup sebesar 135,46 juta BCM (Bank Cubic Meter) dan produksi batu bara mencapai 7,35 juta ton. Ini adalah jumlah yang sangat besar dan menunjukkan potensi besar dari proyek ini.
Anto juga menyatakan optimisme bahwa kontrak baru ini akan memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan PT Petrosea. Hingga kuartal ketiga tahun 2024, perusahaan ini telah mencatatkan pendapatan sebesar USD509 juta, yang mengalami pertumbuhan sebesar 21 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu USD419 juta.
Dengan kontrak ini, PT Petrosea Tbk berharap dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi industri pertambangan di Indonesia, khususnya di Kalimantan Tengah.
PT Petrosea Tbk PT Bara Prima Mandiri kontrak batu bara Kalimantan Tengah