Harga saham emiten China di bursa Shenzhen mengalami perubahan signifikan setelah Donald Trump dinyatakan sebagai pemenang dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat, mengalahkan rivalnya, Kamala Harris. Kabar ini beredar luas di kalangan investor dan pelaku pasar di seluruh dunia.
Dikutip dari Bloomberg pada Rabu, 6 November 2024, saham perusahaan teknologi Wisesoft, yang dalam bahasa lokal dikenal sebagai "Chuan Da Zhi Seng" atau "Trump Menang", mengalami lonjakan harga yang tajam. Saham ini bahkan menyentuh batas auto reject atas, yang merupakan batas maksimum kenaikan harga saham dalam satu hari perdagangan.
Saham Wisesoft bukanlah yang pertama kalinya merasakan dampak dari politik di Amerika Serikat. Pada pemilihan presiden 2016 yang juga dimenangkan oleh Trump, harga saham dari perusahaan produsen peralatan dan perangkat lunak tersebut juga mengalami kenaikan yang signifikan.
Namun, tidak semua saham merasakan dampak positif. Perusahaan termos Zhejiang Haers Vacuum Container Co justru mengalami penurunan harga saham sebesar 8,1 persen pada penutupan perdagangan hari ini. Nama "Haers" dalam perusahaan ini terdengar mirip dengan "Harris", yang merupakan nama rival Trump.
Billy Leung, seorang Investment Strategist dari Global X ETS, mengungkapkan bahwa kemenangan Trump berpotensi menciptakan dampak yang besar bagi saham-saham meme. "Meski saham-saham itu cukup menghibur, fokus sebenarnya perlu kita berikan kepada sektor-sektor yang kuat seperti teknologi dan keuangan, yang akan merasakan dampak berkelanjutan akibat perubahan kebijakan pemerintahan Trump," jelasnya.
Pelaku pasar di China dikenal cukup spekulatif dalam perdagangan saham. Mereka sering kali memperdagangkan saham berdasarkan bunyi suara atau homofon dari nama saham tersebut, yang menunjukkan betapa kreatifnya mereka dalam berinvestasi.
Di Amerika Serikat, saham media sosial milik Donald Trump, yaitu Trump Media & Technology Group Corp, juga menunjukkan performa yang baik dengan lonjakan harga pada sesi pembukaan pra perdagangan di Bursa New York.
Perkembangan ini menunjukkan bagaimana politik di satu negara dapat mempengaruhi pasar saham di negara lain, termasuk di China. Investor perlu tetap waspada dan memperhatikan perubahan yang mungkin terjadi di pasar akibat kebijakan pemerintahan baru yang akan datang.
saham Trump bursa Shenzhen pemilihan presiden China