Antonia, ferret kaki hitam yang merupakan hasil kloning pertama di dunia, baru saja melahirkan anak-anak sehat di Smithsonian Conservation Institute. Keberhasilan ini menandai kelahiran spesies terancam yang dikloning di Amerika Serikat.
Sebelum kelahiran ini, semua ferret kaki hitam yang ada berasal dari hanya tujuh individu yang selamat ditemukan pada tahun 1981. Antonia dikloning dari jaringan yang diawetkan milik ferret bernama Willa. Genetika Willa mengandung tiga kali lipat keragaman genetik dibandingkan populasi saat ini. Dengan kelahiran Antonia dan anak-anaknya, para ilmuwan berhasil memperkenalkan "pendiri kedelapan" yang berarti memperluas keragaman genetik dari mamalia yang paling terancam di Amerika Utara ini.
Dua anak ferret yang selamat, yang diberi nama Sibert dan Red Cloud, menunjukkan bahwa pemulihan keragaman genetik historis dapat dilakukan melalui teknik konservasi yang canggih. Populasi liar dari ferret kaki hitam hanya tersisa sekitar 370 individu. Oleh karena itu, keberhasilan ini membuka peluang baru untuk pelestarian spesies tersebut.
Pengenalan keragaman genetik dari Willa melalui keturunan Antonia dapat meningkatkan ketahanan spesies ini terhadap penyakit seperti plague sylvatic dan mengurangi efek dari perkawinan sedarah, yang merupakan dua ancaman serius bagi kelangsungan hidup ferret kaki hitam. Dengan langkah ini, harapan untuk melestarikan ferret kaki hitam semakin besar.
ferret kaki hitam kloning konservasi spesies terancam genetika