Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Menteri PU Minta Warga Jakarta Hentikan Pengambilan Air Tanah

Jakarta, 6 November 2024 – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengingatkan masyarakat, khususnya warga Jakarta, untuk tidak mengambil air tanah. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk mencegah penurunan muka tanah yang dapat mengancam wilayah pesisir utara Jakarta tenggelam.

"Di akhir pembicaraan, kami akan meminta seluruh masyarakat Jakarta untuk tidak mengambil air tanah," ujar Dody saat ditemui di Jakarta Utara pada hari Senin.

Sebagai solusi, pemerintah telah menyiapkan tiga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang berada di sekitar Jakarta. Ketiga SPAM tersebut adalah SPAM Regional Jatiluhur I, SPAM Regional Karian-Serpong, dan SPAM Ir. H. Djuanda. Ketiga sistem ini dirancang untuk menyuplai air bersih langsung kepada warga Jakarta, sehingga kebutuhan akan air tanah bisa dikurangi.

SPAM Regional Jatiluhur I memiliki kapasitas untuk menyediakan air sebanyak 4.000 liter per detik. Sementara itu, SPAM Regional Karian-Serpong dapat menyediakan 3.200 liter per detik, dan SPAM Ir. H. Djuanda dengan kapasitas 2.054 liter per detik. Dengan adanya pasokan air dari ketiga SPAM ini, diharapkan warga Jakarta tidak lagi bergantung pada air tanah.

Dody menjelaskan bahwa pengambilan air tanah yang berlebihan di tengah kota menyebabkan penurunan permukaan tanah yang sangat drastis. Hal ini bisa berakibat serius bagi keselamatan wilayah pesisir yang rentan terhadap tenggelam.

Dengan langkah ini, diharapkan warga Jakarta lebih sadar akan pentingnya menjaga sumber daya air dan tidak mengambil air tanah sembarangan. Jika masyarakat mendukung program ini, maka Jakarta dapat terhindar dari masalah tenggelam di masa depan.

library_books Idx Channel