Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Knesset Israel Batasi UNRWA, Ancaman bagi Warga Palestina

Knesset Israel Batasi UNRWA, Ancaman bagi Warga Palestina

Pada awal minggu lalu, 92 anggota Knesset, parlemen Israel, mengesahkan dua undang-undang yang melarang badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA. Tindakan ini berpotensi mengancam tiga juta orang di Gaza, Tepi Barat yang diduduki, dan Yerusalem yang diduduki, dengan mengurangi akses mereka terhadap sekolah, layanan kesehatan dasar, apotek, pengumpulan sampah, dan banyak layanan penting lainnya.

Di tengah kondisi perang, pelarangan UNRWA dapat mengguncang seluruh sistem bantuan internasional di Gaza. UNRWA menyediakan infrastruktur penting seperti sopir, truk, dan gudang yang menjadi andalan bagi semua bantuan yang masuk. Tanpa UNRWA, banyak warga akan kesulitan mendapatkan bantuan.

Berita lain yang muncul minggu lalu melaporkan bahwa lebih dari 1.000 orang telah tewas di Jabalia dalam waktu kurang dari sebulan. UNICEF, badan perlindungan anak PBB, melaporkan bahwa lebih dari 50 anak di Gaza utara tewas hanya dalam dua hari.

Kejadian mengerikan ini diikuti oleh dua serangan Israel yang mengenai klinik vaksin polio dan mobil pekerja bantuan PBB, yang melukai setidaknya tiga anak yang sedang menunggu vaksin saat Israel berjanji akan memberikan "jeda kemanusiaan".

Situasi ini menunjukkan bahwa tidak ada jeda dari pendudukan.

Pemungutan suara di Knesset mencerminkan seluruh spektrum politik Israel. Tidak bisa menyalahkan seorang perdana menteri atau pemerintah yang tertekan oleh ekstremis. Ini adalah tanggung jawab seluruh pejabat politik Israel dan, oleh karena itu, Israel secara keseluruhan bertanggung jawab atas langkah yang memiliki konsekuensi ekstrem ini.

Bagi sebagian besar anggota Knesset yang mendukung undang-undang ini, fakta bahwa dunia meminta mereka untuk tidak melakukannya justru menjadi alasan untuk melanjutkan. Meirav Ben-Ari dari Yesh Atid melihat pengesahan undang-undang ini sebagai momen penting untuk persatuan nasional. Namun, bagi setiap warga Palestina, undang-undang ini adalah bencana.

Kondisi yang semakin sulit menambah derita rakyat Palestina, yang sudah menghadapi banyak tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pembatasan ini, harapan untuk masa depan yang lebih baik semakin menipis.

library_books Middleeasteye