Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Maia Sandu Menang Pemilu di Moldova, Dapat Dukungan dari Eropa

Pada pemilihan presiden terbaru di Moldova, Maia Sandu berhasil meraih kemenangan, yang disambut dengan kelegaan di Barat. Sandu, yang merupakan seorang pemimpin pro-Eropa, dianggap telah membawa negaranya melalui masa-masa sulit dan menetapkan arah yang jelas menuju Eropa. Pernyataan ini disampaikan oleh Kanselir Jerman Olaf Scholz pada hari Senin.

Scholz menegaskan bahwa Jerman akan terus mendukung Moldova, namun dia juga mengkritik adanya upaya yang dianggap "massif" untuk mencegah warga Moldova di luar negeri memberikan suara. Menurutnya, ada bomb threat atau ancaman bom yang ditujukan kepada tempat pemungutan suara di Berlin, Frankfurt, dan Kaiserslautern, serta di negara-negara Uni Eropa lainnya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Sebastian Fischer, menambahkan bahwa tindakan ini tampak terkoordinasi dari pihak-pihak tertentu untuk menghalangi warga Moldova yang tinggal di luar negeri dari menyalurkan hak pilih mereka. Fischer menegaskan bahwa ini adalah tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock menyatakan di media sosial bahwa rakyat Moldova telah membuat keputusan. Mereka ingin melanjutkan dengan tegas ke arah Uni Eropa. Sandu dianggap berhasil meski ada campur tangan yang tidak biasa dari Rusia, termasuk upaya membeli suara dan kampanye disinformasi.

Pernyataan tersebut juga didukung oleh Komisi Eropa dan Josep Borrell, yang berjanji akan terus mendampingi Moldova dalam perjalanannya menuju keanggotaan Uni Eropa. Sejak menjabat pada tahun 2020, Maia Sandu telah mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Uni Eropa setelah dimulainya perang Rusia melawan Ukraina pada tahun 2022.

Proses negosiasi untuk keanggotaan Moldova dimulai pada bulan Juni tahun ini. Pemilihan presiden ini dianggap sangat penting karena akan menentukan arah masa depan Moldova, apakah akan lebih dekat dengan Brussels atau Moskow.

Rusia sendiri telah membantah adanya campur tangan dalam pemilihan ini. Namun, situasi di Moldova menunjukkan adanya ketegangan antara dua kekuatan besar, Eropa dan Rusia, dalam mempengaruhi arah politik negara bekas Uni Soviet ini.

Dengan kemenangan ini, Maia Sandu diharapkan dapat terus membawa Moldova ke jalur yang lebih baik dan lebih terintegrasi dengan Eropa, di tengah berbagai tantangan yang harus dihadapi.

library_books Tagesschau