Setelah terjadinya penembakan massal di Sekolah Menengah Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, pada tahun 2018, David Hogg bersama teman-temannya mengambil langkah berani untuk melawan kekerasan senjata. Mereka berhasil mengorganisir jutaan orang untuk berkampanye demi perubahan.
David Hogg merupakan salah satu pendiri organisasi nirlaba March for Our Lives, yang bertujuan untuk melobi undang-undang kontrol senjata. Organisasi ini lahir sebagai reaksi terhadap tragedi yang menewaskan 17 orang tersebut, dan sejak itu terus berjuang untuk mengurangi kekerasan senjata di Amerika Serikat.
Setelah lulus dari Universitas Harvard tahun lalu, Hogg tidak berhenti. Ia mendirikan Leaders We Deserve, sebuah komite aksi politik yang didedikasikan untuk membantu calon-calon progresif muda agar terpilih dalam pemilihan. Dalam upaya ini, Hogg dan rekannya, Kevin Lata, berusaha mengatasi berbagai rintangan yang dihadapi oleh kaum muda ketika ingin memasuki dunia politik.
Hogg dan Lata baru-baru ini menjadi bintang tamu dalam podcast Most Innovative Companies. Mereka berbicara tentang tantangan yang dihadapi oleh generasi muda dalam menjalani karir politik, serta keuntungan yang mereka miliki dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Hogg mengekspresikan keyakinan dan harapannya untuk masa depan yang lebih baik, meskipun tantangan tersebut banyak.
"Kami percaya bahwa generasi muda memiliki kekuatan untuk membawa perubahan, dan kami bertekad untuk mendukung mereka dalam perjalanan politik ini," ujar Hogg dalam podcast tersebut.
David Hogg dan organisasi yang ia dirikan terus menginspirasi banyak orang di seluruh dunia untuk tidak hanya berjuang melawan kekerasan senjata, tetapi juga untuk terlibat dalam proses politik. Dengan semangat dan dedikasi, mereka menunjukkan bahwa suara pemuda sangatlah penting.
David Hogg kontrol senjata March for Our Lives pemuda politik