Pada tanggal 15 September 2020, Jared Kushner berdiri di halaman selatan Gedung Putih dan menyaksikan puncak dari empat tahun diplomasi Timur Tengah yang dilakukannya. Saat itu, ia menyaksikan penandatanganan Kesepakatan Abraham, yaitu serangkaian kesepakatan normalisasi yang ia bantu negosiasikan antara Israel, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain. Kesepakatan ini bertujuan untuk mempromosikan perdamaian di kawasan dengan membangun hubungan dan mendorong investasi.
Kushner, yang kini berusia 43 tahun, adalah suami dari Ivanka Trump, putri mantan Presiden Donald Trump, dan pernah menjabat sebagai penasihat senior di pemerintahan Trump. Dalam memoirnya yang terbit pada tahun 2022, ia mengungkapkan perasaannya saat itu, mengatakan, "Saya merasa lelah tetapi sangat bahagia. Setelah perjalanan panjang dan sulit, kami telah mencapai hal yang tidak mungkin: kami telah menciptakan perdamaian di Timur Tengah."
Namun, empat tahun kemudian, situasi di Timur Tengah justru semakin memburuk. Israel dan Hamas terlibat dalam perang yang meluas, yang telah mengakibatkan sekitar 1.600 orang Israel dan 44.000 orang Palestina tewas. Di tengah meningkatnya konflik ini, Kushner tetap berkomitmen pada gagasan bahwa investasi ekonomi antara Israel dan negara-negara Teluk dapat memperbaiki hubungan dan membawa perdamaian ke kawasan tersebut.
Sejak meninggalkan dunia politik pada tahun 2021, Kushner terus mengejar ambisi di Timur Tengah. Ia menggunakan koneksi kuat yang dimilikinya untuk mendirikan sebuah firma ekuitas swasta dengan aset senilai $3 miliar, menambah kekayaannya hingga diperkirakan mencapai $170 juta, meskipun ia memiliki sedikit pengalaman di sektor ini.
Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Forbes, Kushner mengatakan, "Melakukan kesepakatan perdamaian di bagian dunia itu jauh lebih sulit daripada melakukan kesepakatan bisnis. Jejak keberhasilan saya di kawasan ini tidak ada duanya." Ia menunjukkan keyakinan bahwa investasi dan hubungan ekonomi dapat menjadi jembatan untuk mencapai perdamaian yang lebih stabil di Timur Tengah.
Dengan situasi yang semakin tegang, banyak yang bertanya-tanya apakah ide dan upaya Kushner dapat membawa perubahan positif di kawasan yang penuh konflik ini. Harapan untuk perdamaian masih ada, meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar.
Jared Kushner Abraham Accords Timur Tengah perdamaian investasi