Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pemerintah Kota Pasuruan Rayakan Hari Ikan Nasional

Kota Madinah, Pasuruan - Pemerintah Kota Pasuruan mengadakan perayaan Hari Ikan Nasional di GOR Kota Pasuruan pada hari Minggu, 3 November 2024. Acara ini dibuka secara resmi oleh Ibu Pejabat Sementara (Pjs.) Wali Kota Pasuruan, Dr. Lilik Pudjiastuti, SH., MH. Dalam sambutannya, Lilik menekankan pentingnya mengonsumsi ikan sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan untuk mencegah stunting, yang merupakan masalah kekurangan gizi pada anak-anak.

Acara ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan menarik. Salah satunya adalah lomba masak ikan, di mana para peserta menunjukkan kreasi kuliner berbahan dasar ikan. Selain itu, ada juga lomba senam GEMARIKAN (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan), yang bertujuan untuk mengajak masyarakat lebih peduli akan pentingnya gizi dari ikan.

"Dengan begini, ibu-ibu bisa berkreasi dalam mengolah ikan. Biasanya hanya digoreng atau ditumis, tapi sekarang mereka bisa membuat kue dari ikan dan lain sebagainya. Ini membuat anak-anak lebih bergairah untuk mengonsumsi ikan," ujar Lilik.

Acara peringatan Hari Ikan Nasional ini mendapatkan antusiasme luar biasa dari warga Pasuruan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya konsumsi ikan bagi kesehatan, tetapi juga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan sektor perikanan lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Dengan meningkatnya konsumsi ikan, pendapatan pembudidaya ikan dan nelayan juga akan meningkat. Jadi, kegiatan ini tidak hanya mencegah stunting tetapi juga meningkatkan kesejahteraan para penghasil ikan," tambah Lilik.

Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Mualif Arif, atau yang biasa disapa Ayik, menyatakan bahwa angka konsumsi ikan di Pasuruan sudah melebihi target yang ditetapkan oleh Jawa Timur dan nasional. "Angka Aki kita mencapai 59 kg per kapita per tahun, sedangkan di Provinsi Jawa Timur 51 kg dan nasional 50 kg. Namun saya belum puas, sehingga kami terus kampanyekan dan galakkan program GEMARIKAN ini," kata Ayik.

Dengan semangat yang tinggi, acara ini diharapkan dapat berlanjut di masa yang akan datang, sehingga semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya mengonsumsi ikan untuk kesehatan dan keberlanjutan sektor perikanan.

library_books Pemkotpasuruan