Pada Minggu malam, hampir setengah juta orang Israel dari berbagai penjuru negara berpartisipasi dalam protes anti-pemerintah. Ini menjadi demonstrasi terbesar sejak 7 Oktober lalu, menurut pengorganisasi. Warga memperlihatkan rasa ketidakpuasan mereka terhadap pemerintah, terutama terkait perlakuan terhadap konflik dengan Hamas.
Para demonstran menyerukan kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas. Mereka juga mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk lebih aktif dalam usaha membebaskan 101 sandera yang belum berhasil dibawa pulang. Ini menyusul penemuan jenazah enam sandera di dalam terowongan di Gaza, yang memicu kemarahan dan kesedihan di kalangan keluarga sandera.
Saat malam tiba, terjadi ketegangan antara polisi Israel dan para demonstran di Jalan Ayalon di Tel Aviv. Polisi berusaha mengosongkan jalan dan beberapa laporan menyebutkan bahwa aparat menggunakan granat stun untuk membubarkan kerumunan.
Protes tambahan direncanakan berlangsung pada hari ini di seluruh Israel seiring dengan dimulakannya aksi mogok kerja satu hari. Tekanan semakin meningkat pada Netanyahu untuk menyetujui kesepakatan tukar tahanan yang dapat membawa kembali sandera yang hilang.
Selain itu, Bandara Internasional Ben Gurion yang terletak dekat Tel Aviv ditutup untuk penerbangan pergi mulai pukul 08:00 waktu setempat pada hari Senin. Beberapa rumah sakit juga tidak beroperasi penuh dan berada pada jadwal akhir pekan, sementara banyak bank dan sekolah ikut meramaikan aksi protes ini, menurut laporan dari Haaretz.
Protes Israel Gencatan Senjata Netanyahu Hamas