Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Rakor Inflasi: Kemendagri Ajak Evaluasi untuk Perbaikan

Pemerintah Kabupaten Magetan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) mengenai Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Rapat ini dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting pada hari Senin, 4 November 2024.

Acara ini dihadiri oleh Pj. Sekdakab Magetan, perwakilan Forkopimda, serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Rapat yang dipimpin oleh Mendagri Tito Karnavian ini membahas kondisi inflasi di berbagai provinsi di Indonesia.

Mendagri Tito Karnavian menyampaikan informasi mengenai provinsi dengan inflasi tertinggi di Indonesia. Provinsi-provinsi tersebut antara lain adalah Papua Tengah, Papua Pegunungan, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Barat Daya. Sementara itu, provinsi dengan inflasi terendah mencakup NTB, Bengkulu, Papua Selatan, NTT, Papua, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Gorontalo.

Dalam arahannya, Mendagri Tito mengingatkan kepada para kepala daerah untuk mengantisipasi stok pangan di daerah masing-masing. Hal ini penting dilakukan karena inflasi yang terus berkembang. Salah satu penyebab inflasi adalah adanya pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dapat memengaruhi kestabilan harga pangan.

“Dengan adanya antisipasi stok pangan, kita dapat mengurangi kelangkaan yang mungkin terjadi menjelang Pilkada,” ujar Mendagri Tito.

Sementara itu, Amalia Adininggar Widyasanti, Plt Kepala BPS RIRI, mengungkapkan bahwa secara nasional, jumlah Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan Indeks Pembangunan Hasil (IPH) pada minggu ke-4 Oktober 2024 lebih banyak dibandingkan yang mengalami penurunan.

Amalia juga menjelaskan komoditas penyumbang utama IPH di berbagai wilayah. Di Pulau Sumatera, komoditas utama adalah Daging Ayam Ras sebesar 1,33% dan Bawang Merah sebesar 0,34%. Sementara itu, di wilayah Jawa, Daging Ayam Ras menyumbang 0,42%, Bawang Merah 0,33%, dan Cabai Rawit sebesar 0,37%.

Rakor ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk mengendalikan inflasi dan memastikan ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat.

library_books Diskominfomagetan