JAKARTA – Sebuah gerakan penolakan terhadap Soeharto sebagai pahlawan nasional semakin menguat di Indonesia. Sebanyak 89 organisasi dan komunitas serta 69 individu telah menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap pengakuan Soeharto sebagai sosok yang patut dijadikan pahlawan. Gerakan ini dipicu oleh catatan sejarah yang mencatat tindakan kekerasan dan pelanggaran hak asasi manusia di bawah kepemimpinan Soeharto.
Tagar #SoehartoBukanPahlawan kini menjadi trending di media sosial, sebagai bentuk protes terhadap wacana yang dinilai keliru dari para politisi yang dinilai tidak peka terhadap sejarah dan kemanusiaan. Dalam pernyataan mereka, para penolak Soeharto menegaskan bahwa banyak sumber daya yang seharusnya menjadi hak warga negara justru disalahgunakan.
Soeharto, yang menjabat sebagai Presiden Indonesia selama 32 tahun, dikenal dengan berbagai kebijakan yang kontroversial dan tindakan keras terhadap lawan politik. Banyak dari tindakan tersebut yang berujung pada pelanggaran hak asasi manusia. Menurut para aktivis, mengakui Soeharto sebagai pahlawan berarti mengabaikan sejarah kelam tersebut.
"Kami tidak rela jika sejarah diputarbalikkan untuk kepentingan politik saat ini. Soeharto memiliki rekam jejak yang berdarah-darah, yang seharusnya diingat dan tidak dilupakan," ujar perwakilan dari salah satu organisasi yang terlibat dalam gerakan ini.
Dalam beberapa tahun terakhir, diskusi mengenai pengakuan pahlawan nasional semakin marak. Banyak yang berpendapat bahwa pahlawan seharusnya mewakili keadilan, kebaikan, dan kemanusiaan, bukan sosok yang memiliki catatan sejarah kontroversial. Gerakan ini diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya memahami sejarah dengan baik dan tidak terpengaruh oleh narasi yang tidak tepat.
Dengan adanya gerakan ini, diharapkan masyarakat bisa lebih kritis dalam menilai sosok-sosok yang dianggap pahlawan. Aktivis juga menyerukan agar pemerintah lebih terbuka dalam membahas sejarah dan tidak hanya mengandalkan pandangan yang sepihak.
Tagar #SoehartoBukanPahlawan menjadi simbol perjuangan untuk mengingat dan menghormati semua korban dari rezim yang pernah berkuasa, serta untuk memastikan bahwa sejarah tidak diulang kembali.
Gerakan ini menunjukkan bahwa masih banyak pihak yang peduli terhadap keadilan dan hak asasi manusia, serta berkomitmen untuk menjaga ingatan sejarah agar tidak terlupakan.
Soeharto pahlawan nasional organisasi komunitas sejarah