Direktur Utama Intiland Jual 260 Juta Saham, Sisa 50 Ribu Saham
Jakarta - Direktur Utama (Dirut) PT Intiland Development Tbk (DILD), Hendro Gondokusumo, baru saja melakukan aksi jual sebanyak 260 juta saham perusahaan atas namanya sendiri. Penjualan ini dilakukan sebagai bagian dari divestasi, yaitu proses pengurangan kepemilikan saham di suatu perusahaan.
Hendro mengungkapkan informasi ini melalui surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diterima pada hari Senin, 4 November 2024. Dengan penjualan tersebut, kini kepemilikan saham Hendro di DILD tersisa hanya 50 ribu saham. Sebelumnya, dia memiliki sekitar 2,51 persen dari total saham yang beredar.
Dalam transaksi ini, Hendro menjual saham DILD dengan harga Rp200 per saham. Dari penjualan tersebut, Hendro berhasil meraup dana sebesar Rp52 miliar sebelum dipotong pajak dan komisi broker. Proses transaksi ini dilakukan pada 29 Oktober 2024, dan dilaporkan terjadi di pasar negosiasi dengan broker Pilarmas Investindo Sekuritas.
Saat ini, PT Intiland Development Tbk memiliki empat entitas pengendali, yaitu CIMB Singapura, CIMB Indonesia, PT Bina Yatra Sentosa, dan Bali Private Villa, yang secara keseluruhan memiliki 48,97 persen dari total saham perusahaan. Meskipun Hendro telah menjual sebagian besar sahamnya, dia tetap tercatat sebagai penerima manfaat akhir dari DILD.
Selain itu, CIMB Singapura dan CIMB Indonesia juga bertindak sebagai kustodi atas saham DILD yang masih atas nama Hendro Gondokusumo. Sementara itu, investor terkenal Lo Kheng Hong tercatat memiliki 6,62 persen saham DILD, yang menjadikannya sebagai pemegang saham terbesar kedua di Intiland setelah Hendro.
Peristiwa ini menarik perhatian banyak pihak, terutama para investor yang mengikuti perkembangan pasar saham di Indonesia. Penjualan saham oleh Hendro Gondokusumo menjadi salah satu langkah strategis yang menunjukkan dinamika kepemilikan saham di perusahaan.
Intiland Hendro Gondokusumo saham Bursa Efek Indonesia divestasi