Pada hari Jumat, 30 Agustus 2024, Riza Damanik, Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KemenkopUKM), meluncurkan platform baru yang bernama “MyNyale” di Lombok. Ini merupakan langkah penting dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat.
MyNyale adalah merek kolektif pertama di wilayah ini yang berorientasi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). SDGs adalah 17 tujuan global yang disepakati oleh negara-negara di seluruh dunia untuk mengurangi kemiskinan, melindungi planet, dan memastikan kesejahteraan bagi semua orang pada tahun 2030.
Dengan adanya merek kolektif ini, para pelaku UMKM diharapkan dapat lebih mudah untuk naik kelas. Mereka dapat mengakses rantai pasok yang lebih luas dan membangun kemitraan yang lebih solid dengan industri berskala besar. Platform ini dirancang untuk memperkuat kapasitas UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih besar.
Inisiatif peluncuran MyNyale ini merupakan bagian dari program United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), yang bertujuan untuk mendukung perkembangan UMKM. Diharapkan, platform ini dapat memperluas akses pasar bagi para pelaku usaha dan mendorong pembangunan berkelanjutan dalam komunitas mereka.
MyNyale UMKM Nusa Tenggara Barat