Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Dua Belas Pekerja Kain Hitam Dipecat Setelah Melaporkan Perlakuan Buruk

Sebanyak dua belas pekerja kain hitam yang bekerja untuk Donald Trump mengalami perlakuan buruk dan dipecat secara massal setelah melaporkan kondisi kerja yang tidak layak. Mereka adalah para pengumpul suara yang dipekerjakan oleh sebuah perusahaan yang terkait dengan America PAC.

Menurut laporan yang diperoleh oleh WIRED, para pekerja ini dipaksa untuk bepergian dalam van U-Haul tanpa kursi. Dalam video yang diambil oleh WIRED, terlihat bahwa beberapa pekerja diancam bahwa akomodasi mereka di motel lokal tidak akan dibayar jika mereka tidak memenuhi kuota pengumpulan suara. Tyra Muldrow, salah satu pengumpul suara yang telah dipecat, mengungkapkan bahwa dia tidak tahu bahwa mereka mendaftar untuk pekerjaan yang berkaitan dengan Elon Musk atau Donald Trump.

Salah satu pengumpul suara juga membagikan pesan teks antara dirinya dan manajernya di Blitz Canvassing setelah berhasil menemukan cara untuk pulang ke Florida. Dalam pesan tersebut, manajernya mengatakan, "Anda tidak mencapai 1000 pintu, tetapi untuk memperbaiki ini dan melanjutkan, kami akan membayar Anda $2000. Mohon beri tahu WIRED bahwa Anda telah dibayar secepatnya."

Kondisi kerja yang buruk ini menimbulkan keprihatinan di kalangan banyak orang. Perlakuan tidak manusiawi terhadap para pekerja, seperti diancam dan diangkut dalam kendaraan yang tidak layak, menunjukkan adanya masalah serius dalam manajemen perusahaan yang mempekerjakan mereka.

Setelah laporan oleh WIRED, para pekerja yang mengalami masalah ini dipecat tanpa mendapatkan gaji penuh atau cara untuk kembali ke rumah. Kasus ini menyoroti perlunya perlindungan yang lebih baik bagi pekerja, terutama dalam industri yang mengandalkan upah per jam dan tugas-tugas sementara.

Saat ini, banyak yang berharap agar kasus ini dapat membuka mata banyak orang tentang perlunya reformasi dalam perlakuan terhadap pekerja di lapangan. Semoga ke depan, kejadian serupa tidak terulang lagi.

library_books Wired