KIEV - Pada malam hari, ibu kota Ukraina, Kiew, mengalami serangan drone yang diluncurkan oleh Rusia. Menurut pihak berwenang setempat, serangan ini menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan, jalan, dan saluran listrik. Namun, berdasarkan informasi awal, tidak ada laporan mengenai korban jiwa, dan semua drone yang menyerang berhasil ditembak jatuh.
Kepala Administrasi Militer Kiew mengonfirmasi bahwa selama sebagian besar malam, wilayah Kiew serta sekitarnya berada dalam status siaga serangan udara. Ini menunjukkan betapa seriusnya situasi keamanan di kota tersebut.
Presiden Ukraina, Volodymyr Selenskyj, menyampaikan keprihatinannya setelah mencatat lebih dari 900 serangan bom dalam satu minggu terakhir. Selenskyj meminta bantuan lebih dari sekutu asing untuk memperkuat sistem pertahanan udara Ukraina. "Sebagian besar serangan ini ditujukan pada infrastruktur sipil dan penting, seperti fasilitas energi," ujar Selenskyj di akun media sosialnya. Ia menekankan bahwa "semua serangan ini tidak akan mungkin terjadi jika kami mendapatkan dukungan yang cukup dari dunia di bidang-bidang yang krusial."
Sementara itu, menurut laporan dari Rusia, angkatan bersenjata mereka telah berhasil merebut sebuah desa di Ukraina. Desa Wyschnewe yang terletak di wilayah Donetsk kini berada di bawah kendali pasukan Rusia. Menurut kantor berita RIA yang mengutip Kementerian Pertahanan Moskow, langkah ini akan memperkuat posisi Rusia untuk maju ke arah Pokrowsk, yang merupakan titik penting untuk jalur kereta dan logistik bagi Ukraina. Sebelumnya, Rusia juga melaporkan telah mengambil alih dua desa lainnya di wilayah timur Ukraina. Namun, informasi ini belum bisa diverifikasi secara independen.
Serangan yang terus-menerus ini menunjukkan meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina. Masyarakat Ukraina, terutama di Kiew, terus berjuang untuk menghadapi ancaman yang datang dari udara, sementara pemerintah berusaha mendapatkan dukungan internasional untuk memperkuat pertahanan mereka.
Kiew Rusia serangan drone Selenskyj Ukraina