Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Protes di Bolivia: Pendukung Morales Serang Militer dan Polisi

Bolivia sedang dilanda protes besar-besaran yang dipimpin oleh pendukung mantan Presiden Evo Morales. Menurut informasi dari pemerintah, para pengunjuk rasa telah mengambil alih tiga pangkalan militer dan terlibat dalam bentrokan jalanan yang menyebabkan puluhan polisi terluka.

Presiden Bolivia, Luis Arce, mengungkapkan melalui media sosialnya bahwa tentara dan keluarga mereka kini dijadikan sandera oleh para pengunjuk rasa bersenjata di dalam pangkalan militer. Dalam situasi ini, Morales mengumumkan bahwa ia akan melakukan aksi mogok makan sampai pemerintah bersedia untuk berdialog.

Sejak pertengahan bulan Oktober, pendukung Morales telah memblokir jalan di berbagai daerah di Bolivia. Di daerah Cochabamba, polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan para demonstran. Akibat bentrokan antara polisi dan demonstran, setidaknya 70 orang mengalami cedera, termasuk 61 anggota polisi. Menurut Presiden Arce, protes ini telah menyebabkan kerugian ekonomi sebesar 1,7 miliar dolar AS, serta kekurangan bahan makanan dan bahan bakar di negara tersebut.

Evo Morales, yang menjabat sebagai presiden dari 2006 hingga 2019, adalah presiden pertama dari suku asli Bolivia dan dikenal sangat populer. Namun, popularitasnya menurun ketika ia berusaha untuk mengubah konstitusi demi mencalonkan diri untuk masa jabatan keempatnya. Meskipun memenangkan pemilihan, ia terpaksa mengundurkan diri setelah terjadinya protes besar dan melarikan diri ke luar negeri. Meski dilarang untuk mencalonkan diri kembali menurut konstitusi, Morales berencana untuk mengikuti pemilihan presiden pada bulan Agustus tahun depan. Menurut Arce, Morales berusaha menggunakan protes ini untuk memperkuat posisi pencalonannya.

Selain itu, Morales juga sedang menghadapi penyelidikan terkait tuduhan bahwa ia telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang remaja berusia 15 tahun pada tahun 2015. Morales menolak tuduhan tersebut dan menganggapnya sebagai upaya untuk menghalanginya kembali ke kursi kekuasaan. Beberapa hari yang lalu, ia juga menuduh pemerintah berusaha untuk melakukan percobaan pembunuhan terhadapnya.

Protes ini mencerminkan ketegangan politik yang mendalam di Bolivia dan menunjukkan bagaimana masa lalu Morales masih membayangi situasi politik saat ini.

library_books Tagesschau